Temu Kolegial Nasional Prodi Bimbingan dan Konseling: Perkuat Kurikulum dan Kolaborasi Antar-PT

Makasar, 26 Juni 2025 — Program Studi Bimbingan dan Konseling dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia menyelenggarakan Temu Kolegial Nasional yang berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis, 26 Juni 2025, pukul 15.00–17.00 WITA. Pertemuan yang dihadiri para akademisi dan pakar Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan ini berlangsung hangat, penuh semangat, dan sarat kolaborasi strategis.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan pakar BK dari berbagai universitas ternama di Indonesia, di antaranya: Prof. Abdullah Sindring (UNM), Prof. Budi Astuti (UNY), Prof. Muslihati (UM), Prof. Dede Rahmat Hidayat (UNJ), Dr. Ipah Saripah (UPI), Dr. Eka Sakti Yudha (UNM) selaku Ketua Forum Kolegial, Dr. M. Zaki (UNES), Dr. Dini (UM), Dr. Farhanah (UNP), Dr. Riza (Universitas Negeri Gorontalo), Dr. Miswanto (Universitas Negeri Medan), Dr. Sahril Bukhori (UNM) selaku Koordinator Prodi S3 BK, Dr. Ilham Siregar, Dr. Ilham Bahtiar, Dr. Suciati, Dr. Sigit (UNY), serta Prof. Dr. Farida Ariyani (UNM).
Salah satu fokus utama pertemuan ini adalah tindak lanjut rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) 2024, yang sebelumnya telah dirumuskan dan disepakati akan didiskusikan kembali pada pertemuan lanjutan di Semarang. Pertemuan lanjutan tersebut akan mematangkan rumusan CPL untuk program S1, S2, dan S3 Bimbingan dan Konseling, sekaligus menyepakati arah pengembangan kurikulum yang berdampak langsung terhadap kompetensi lulusan.
Ketua Forum Kolegial terpilih periode 2025–2027, Dr. Suciati Latif (Ketua Departemen BK UNM), didampingi sekretaris forum Dr. M. Zaki, turut memaparkan sejumlah isu strategis, termasuk rencana kolaborasi nasional dan penguatan kerangka kerja CPL yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Forum juga menyoroti pentingnya membangun keunikan antar-prodi BK dan menggagas kurikulum yang tidak hanya akademik, tetapi juga berdampak bagi kehidupan nyata peserta didik.
Salah satu sesi yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan dari Prof. Dede Rahmat Hidayat (UNJ) mengenai konsep Kurikulum Berdampak. Dalam paparannya, Prof. Dede menekankan pentingnya pendekatan deep learning dalam desain kurikulum BK yang menyentuh semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Ia juga menyoroti peran vital konselor dalam menerjemahkan nilai-nilai pembelajaran bermakna ke dalam praktik layanan konseling di berbagai setting pendidikan.
Pertemuan ini juga mengangkat isu penting tentang Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk program studi Bimbingan dan Konseling. Berdasarkan kebijakan terbaru pemerintah tahun 2025, PJJ untuk jurusan BK diberlakukan moratorium, yang artinya sementara tidak diperkenankan untuk diselenggarakan. Kebijakan ini menjadi perhatian serius bagi para pengelola program studi dalam merancang strategi penguatan pendidikan berbasis luring dengan pendekatan yang tetap fleksibel dan inovatif.
Forum juga menyinggung perlunya penguatan instrumen asesmen versi terbaru (Instrument 2.0) yang akan mendukung akreditasi dan mutu kelembagaan pendidikan tinggi, khususnya untuk program studi BK.
Dengan semangat kolegialitas dan kolaborasi lintas institusi, temu kolegial ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam harmonisasi kurikulum dan penguatan jejaring nasional antarprogram studi Bimbingan dan Konseling. Harapan besar disampaikan agar forum ini terus berlanjut secara berkala untuk mengawal transformasi pendidikan BK yang kontekstual, relevan, dan berdampak bagi masyarakat Indonesia.