Siap Tembus Hibah! Mahasiswa S3 BK UNESA Ikuti Coaching Clinic Disertasi
Program Studi S3 Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Surabaya menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Proposal Hibah Disertasi bagi mahasiswa angkatan 2024 dan 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet mulai pukul 08.00 hingga selesai. Acara ini bertujuan memberikan pendampingan intensif kepada mahasiswa doktoral dalam mempersiapkan proposal hibah disertasi tahun 2026 sehingga kualitas rancangan penelitian yang diajukan sesuai standar akademik dan kompetitif dalam proses seleksi pendanaan.
Dalam kegiatan ini, Prodi menghadirkan dua narasumber profesional, yaitu Ibu Mila Yunita, M.Pd. dan Ibu Desika Putri Mardiani, M.Pd., yang membawakan materi secara komprehensif mulai dari struktur proposal, strategi penajaman topik penelitian, teknik perumusan pertanyaan penelitian, sampai pada aspek metodologis yang sesuai dengan standar hibah nasional. Kedua narasumber juga memberikan contoh konkret proposal yang dinilai unggul, serta membahas kesalahan umum yang perlu dihindari oleh mahasiswa.
Koordinator Program Studi S3 BK UNESA, Prof. Dr. Najlatun Naqiyah, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa coaching clinic ini merupakan komitmen program studi untuk mendukung penyelesaian studi mahasiswa tepat waktu melalui karya ilmiah yang berkualitas dan layak pendanaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan semakin siap menyusun proposal disertasi yang kuat, relevan, dan memiliki kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu Bimbingan dan Konseling di Indonesia.
Selain pemaparan materi, sesi diskusi interaktif menjadi bagian yang paling diantisipasi oleh peserta. Mahasiswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan rancangan awal proposal mereka dan mendapatkan masukan langsung dari para narasumber. Umpan balik yang diberikan tidak hanya menyentuh aspek substansi, tetapi juga ketepatan logika ilmiah, kejelasan fokus masalah, serta kesesuaian metodologi dengan tujuan penelitian. Suasana diskusi berlangsung dinamis karena mahasiswa aktif bertanya, menguji gagasan, dan memperbaiki bagian-bagian yang masih lemah dari proposal mereka.
Program studi juga menyiapkan sesi klinis secara terpisah, di mana mahasiswa dibagi ke dalam kelompok kecil berdasarkan tema penelitian. Pendekatan ini memungkinkan pendampingan yang lebih personal dan mendalam. Setiap kelompok didampingi oleh dosen pembimbing akademik yang membantu menelusuri kesesuaian teori, memeriksa kelayakan desain penelitian, serta memberikan arahan terkait sumber pendanaan dan strategi penyusunan timeline penelitian yang realistis. Dengan format ini, mahasiswa dapat membangun proposal yang lebih fokus dan terukur.
Di akhir kegiatan, prodi menegaskan bahwa coaching clinic ini tidak berhenti pada sesi hari itu saja. Mahasiswa akan mendapatkan tindak lanjut berupa konsultasi terjadwal, bimbingan penyelarasan proposal dengan template hibah, serta akses ke contoh proposal yang pernah lolos pendanaan. Harapannya, rangkaian pendampingan ini dapat menciptakan budaya akademik yang kuat, mendorong mahasiswa untuk lebih percaya diri dalam berkompetisi pada skema hibah nasional, dan menghasilkan disertasi yang berdampak bagi pengembangan teori maupun praktik Bimbingan dan Konseling di Indonesia.