Kolaborasi Inklusif: UNESA dan SD Muhammadiyah Manyar Latih Guru Tangguh Hadapi Tantangan ADHD

Gresik, Mei 2025 — Komitmen untuk menciptakan pendidikan yang inklusif kembali diwujudkan melalui kolaborasi antara Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan SD Muhammadiyah Manyar (SDMM). Sinergi ini terimplementasi dalam bentuk Pelatihan Modifikasi Perilaku Positif untuk Regulasi Emosi Siswa dengan ADHD, yang ditujukan bagi guru SD sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat dan pelatihan penelitian kolaborasi S-2 dan S-3 UNESA.
Pelatihan ini bertujuan membekali para guru dengan keterampilan dasar konseling serta strategi pengelolaan emosi untuk mendukung siswa dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD). Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi jembatan penting penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang pendidikan inklusif.
Kegiatan terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama dilaksanakan secara daring pada Selasa (13/05/2025), menghadirkan dua narasumber ahli dari UNESA: Prof. Dr. Najlatun Naqiyah, M.Pd. dalam yang membahas pemahaman ADHD secara menyeluruh, serta Ayong Lianawati, M.Pd., yang memaparkan prinsip-prinsip dasar dalam modifikasi perilaku. Para peserta merupakan guru kelas 1 hingga 6 SDMM yang antusias mendalami materi seputar karakteristik dan pendekatan intervensi bagi siswa ADHD.
Sesi kedua berlangsung secara luring pada Kamis (15/05/2025) di SD Muhammadiyah Manyar, dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UNESA, dan Mars SDMM. Sambutan hangat diberikan oleh Kaprodi S-3 BK UNESA, Prof. Dr. Najlatun Naqiyah, M.Pd. dalam, serta Kepala Sekolah Ustazah Ria Pusvita Sari, M.Pd.
Salah satu sesi paling menarik adalah praktik permainan edukatif Ular Tangga PaDeDi (Paham Dengan Diri) yang dipandu oleh Ria Eka Lestari, S.Si., penanggung jawab layanan BK SDMM. Melalui permainan ini, guru diajak mengeksplorasi pengembangan konsep diri, keterampilan sosial, refleksi, dan orientasi karir siswa dalam format yang menyenangkan dan mudah diaplikasikan di kelas.
Pelatihan semakin interaktif dengan sesi role play di mana guru mempraktikkan teknik konseling dalam konteks nyata. Kegiatan diakhiri dengan pengenalan langsung terhadap penerapan pendekatan TEACCH (Treatment and Education of Autistic and related Communication-handicapped Children) yang telah diterapkan di ruang terapi lantai 3 SDMM. Ruang ini terdiri dari lima zona fungsional, mulai dari area visualisasi jadwal, ruang bermain (play therapy), pustaka terapi (biblioterapi), area istirahat, hingga ruang belajar mandiri, yang mendukung kenyamanan dan kebutuhan individual siswa ADHD.
Kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi transformatif antara kampus dan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih adaptif, ramah anak, dan inklusif. Dengan pendekatan berbasis praktik dan ilmu, UNESA dan SD Muhammadiyah Manyar menunjukkan bahwa setiap anak, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus, memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.